Kamis, 27 Oktober 2011

Makna Seragam Pramuka

Siapa yang tau, kenapa Seragam Pramuka berwarna Coklat tua dan coklat muda, terus setangan lehernya berwarna Merah Putih?"kenapa seragam pramuka tidak warna biru?atau hijau?atau kuning? Atau warna yang lainnya, para pendahulu kita memilih warna - warna tersebut bukan tanpa maksud dan alasan, namun ada sebuah cerita yang mengandung makna dan menjadi cita2 yang ingin dibangun, agar seseorang yang mengenakan seragam pramuka ini menjadi seorang pandu yang memiliki pribadi kesatria, menjadi generasi muda penerus perjuangan bangsa dan setiap orang bangga mengenakannya. Coklat tua adalah warna tanah Indonesia.... Coklat muda adalah warna air yang mengaliri tanah-tanah Indonesia.... Dan Merah Putih adalah kibaran bendera Indonesia.... sehingga seorang pramuka digambarkan sebagai seorang pandu yang berpijak diatas tanah air Indonesia yang selalu siap sedia untuk
membela dan mempertahankan agar sang Merah Putih tetap berkibar di bumi Nusantara....
warna coklat adalah warna pakaian yang juga digunakan para pejuang dimasa kemerdekaan, coklat adalah warna yang penuh kenangan betapa gigihnya para pendahulu kita erjuangkan kemerdekaan Indonesia...betapa banyak nyawa dan harta yang telah dikorbankan untuk mempertahankan kibaran bendera Merah Putih di bumi nusantara ini, begitu besarnya jasa mereka mewujudkan kemerdekaan Indonesia.... oleh karena itu, kita para pramuka yang mengenakan seragam ini harus selalu mengingat betapa besar perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan para pejuang bangsa,dan senantiasa memberikan penghormatan
pada jasa2 mereka dengan terus berlatih membina diri kita menjadi pribadi yang tangguh bermoral utama.....penuhi janjimu, Trisatya!... amalkan Dasa darma..agar kita mrnjadi generasi penerus bangsa yang utama....pertahankan Merah putih untuk terus berkibar di bumi
Indonesia tercinta ini
Kemudian dari mulai perbedaan bentuk antara pakaian yang digunakan siaga, penggalang,
penegak dan anggota dewasa, kemudian atribut2 yang melengkapinya, tentu saja dengan menjelaskan semua kiasan dan maknanya, seperti kenapa TKU pada siaga diilustrasikan sebagai manggar (bunga kelapa) kuncup, sedangkan pada penggalang dilustrasikan sebagai manggar mekar, kemudian penegak bergambar cikal berwarna kuning yang bersebelahan dengan dasar hijau dan ada satu bintang diatasnya sedangkan pandega kenapa dasarnya berwarna coklat.... dan lain sebagainya - dan lain sebagainya, Sebuah semangat nasionalisme telah ditanamkan sang Pembina dari selembar kain yang semula tidak bermakna yang setelah dijahit dan dilengkapi atributnya bernama seragam pramuka 


macam  seragam pramuka


Pakaian Seragam Pramuka Siaga

PUTRA
PUTRI
*****
PAKAIAN SERAGAM PRAMUKA PENGGALANG

PAKAIAN SERAGAM PEMBINA
Pakaian Seragam Khusus Upacara untuk anggota dewasa Gerakan Pramuka dipergunakan dalam rangka upacara memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, Hari Pramuka, Pelantikan Pengurus Kwartir/Mabi, menghadiri upacara dimana TNI menggunakan seragam PDU 4, dan acara resmi kepanduan di luar negeri, serta kegiatan-kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka.
Pakaian Seragam Khusus Upacara untuk anggota dewasa putri.
a. Tutup kepala:
1) dibuat dari bahan berwarna coklat tua, berbentuk peci
2) tinggi bagian depan 5,5 cm, sedang bagian belakang terbuka melengkung dengan jarak 3 cm
3) bagian samping kiri depan diberi lipatan lengkung untuk tempat tanda topi
b. Baju/blus Seragam Khusus Upacara untuk anggota dewasa putri:
1) dibuat dari bahan berwarna coklat muda
2) model prinses di bagian depannya, sedang bagian belakang dengan kupnat
3) lengan blus panjang
4) kerah model setali
5) memakai lidah bahu
6) diberi buah baju (kancing) warna kuning emas berlogo tunas kelapa
7) tanpa ban pinggang
8) dua saku dalam pada bagian muka bawah, mulai dari garis potongan prinses ke jahitan samping, dengan tinggi saku 12 – 14 cm
9) panjang baju/blus sampai garis pinggul
10) dikenakan di luar rok/bawahan
11) memakai tanda pengenal Gerakan Pramuka sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
c. Rok/bawahan Seragam Khusus Upacara untuk anggota dewasa putri:
1) dibuat dari bahan warna coklat tua
2) model rok lurus/span
3) memakai lipatan di belakang (plotte plooi)
4) memakai retsleting berwarna coklat tua yang dipasang di belakang
5) panjang rok/bawahan 5 cm di bawah lutut atau sebatas mata kaki.
d. Pita leher:
1) dibuat dari bahan berwarna merah dan putih
2) lebar pita 3,5 cm, panjang pita 110 cm dan disimpulkan, panjang pita dari simpul 10-15 cm, karena itu panjang pita leher dapat disesuaikan dengan besar badan pemakai
3) dikenakan melingkar di bawah kerah baju
4) diikat dengan simpul mati, warna merah disebelah kanan.
e. Sepatu:
1) dibuat dari kulit, warna hitam
2) model tertutup
3) bertumit rendah/sedang (+ 3-5 cm)
Pakaian Seragam Khusus Upacara untuk anggota dewasa putra
a. Tutup kepala:
1) dibuat dari bahan berwarna hitam polos (tanpa hiasan),
2) berbentuk peci nasional
3) pada sudut kiri depan peci dikenakan tanda topi warna kuning emas.
b. Baju Seragam Khusus Upacara untuk anggota dewasa putra/kemeja:
1) dibuat dari bahan berwarna coklat muda
2) berbentuk kemeja lengan pendek
3) kerah baju model kerah dasi
4) memakai lidah bahu
5) diberi buah baju (kancing) warna kuning emas berlogo tunas kelapa
6) memakai dua saku tempel pada dada kiri dan kanan dengan tutup saku
bergelombang, serta dua saku dalam pada bagian muka bawah kiri dan kanan
dengan tutup saku rata
7) bagian belakang baju diberikan belahan dibawah ban pinggang
  8) baju dipakai di luar celana
9) memakai tanda pengenal Gerakan Pramuka sesuai dengan ketentuan yang berlaku
c. Celana Seragam Khusus Upacara untuk anggota dewasa putra:
1) dibuat dari bahan warna coklat tua
2) bentuk celana panjang
3) memakai dua saku dalam pada samping kiri dan kanan, serta dua saku dalam
pada bagian belakang dengan memakai tutup dan buah baju (kancing)
4) memakai ikat pinggang berwarna hitam
5) bagian ban celana dibuat tempat ikat pinggang.
d. Setangan leher:
1) dibuat dari bahan berwarna merah dan putih
2) berbentuk segitiga sama kaki
3) panjang sisi 120 – 130 cm dengan sudut 90ยบ, panjang sisi setangan leher dapat disesuaikan dengan tinggi badan pemakai
4) dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher
5) dikenakan di bawah kerah baju
6) setangan leher dilipat sedemikian rupa sehingga warna merah putih tampak
dengan jelas dan pemakaian tampak rapih.
e. Sepatu:
1) model tertutup
2) dibuat dari kulit, warna hitam
3) bertumit rendah
Contoh Pakaian Seragam Khusus Upacara anggota dewasa putra, lihat gambar pada gambar di bawah ini .

Pakaian Seragam Pramuka Khusus Putri:
Pakaian Seragam Khusus seperti pakaian seragam harian sebagaimana tersebut di atas.
Apabila karena pertimbangan agama tidak dapat mengenakan pakaian seragam harian, maka pramuka putri dapat mengenakan pakaian yang disebut Pakaian Seragam Pramuka Khusus, seperti berikut:
a. Tutup kepala:
1) memakai topi dan tanda topi (sesuai dengan tingkatannya)
2) kerudung warna coklat tua, berbentuk:
a) kerudung bujur sangkar atau segi tiga
b) kerudung dimasukkan ke dalam baju/blus atau di luar baju/blus
b. Baju/blus pramuka, seperti pakaian seragam harian sebagaimana tersebut di atas, berlengan panjang.
c. Rok/bawahan panjang warna coklat tua (sebatas mata kaki).
d. Untuk Gugusdepan yang berpangkalan di Pondok Pesantren:
1) menyesuaikan, tanpa meninggalkan norma agama (Islami)
2) dapat melaksanakan kegiatan kepramukaan dengan leluasa, baik kegiatan dilapangan maupun diruangan
3) dapat diberlakukan untuk semua tingkatan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak/Pandega, Pembina, Andalan dan Mabi).
4) tidak merubah atribut Gerakan Pramuka dalam bentuk lain sebagaimana telah ditentukan dalam Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka.
Contoh Seragam Khusus tersebut :


Semaphore

SEMAPHORE


pada tahun 1793, Claude Chappe menciptakan Semaphore jarak jauh pertama (visual or optical) telegraph line.
Semaphore adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan bendera, dayung, batang, tangan kosong atau dengan sarung tangan. Informasi yang didapat dibaca melalui posisi bendera atau tangan. Namun kini yang umumnya digunakan adalah bendera, yang dinamakan bendera semaphore. Pengiriman sandi melalui bendera semaphore ini menggunakan dua bendera, yang masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Bentuk bendera yang persegi merupakan penggabungan dua buah segitiga sama kaki yang berbeda warna. Warna yang digunakan sebenarnya bisa bermacam-macam, namun yang lazim digunakan adalah warna merah dan kuning, dimana letak warna merah selalu berada dekat tangkai bendera. Pada awal abad ke 19, semaphore digunakan dalam komunikasi kelautan.

Sejarah semaphore untuk kereta api

Semaphore sebagai sinyal kereta api pertama kali diterapkan oleh Charles Hutton Gregory pada jalur rel yang menghubungkan London dan Croydon (sekarang bernama jalur kereta London Brighton dan South Coast) di New Cross, London tenggara, pada tahun 1842. Akhirnya sinyal ini digunakan di sepanjang rel kereta di area tenggara[5]. Ide ini dikemukakan oleh John Urpeth Rastick kepada Gregory. Akhirnya sinyal semaphore ini digunakan di seluruh rel kereta api di Inggris pada tahun 1870. Lalu diadaptasi oleh Amerika Serikat pada tahun 1908[6]
ImageBerikut ini adalah salah satunya, dengan model Jarum Jam, tinggal mengingat angka dan hurufnya. Selamat mencoba..........











 




  1. U-R : berita siap dimulai
  2. K : siap menerima berita
  3. E (8 kali) : error / ada kesalahan
  4. I-N-I : ulangi
  5. A-R : berita selesai
  6. R : dapat menerima dengan baik
  7. A-S : tunggu
  8. M-K : geser kanan
  9. M-L : geser kiri.[4]


Warna dan Bentuk Lengan
Pada tahun 1872, lengan pada semua sinyal masih berwarna merah. Baru pada tahun 1920, perusahaan kereta api Inggris mewarnai sinyal jarak menjadi warna kuning sementara sinyal berhenti tetap berwarna merah. Yang terus digunakan hingga saat ini adalah merah sebagai tanda berhenti, kuning sebagai sinyal jarak dan sinyal hijau jika lengan dalam keadaan mati atau “off”. Tapi walau begitu penggunaan warna lainnya masih terjadi di negara-negara lain.

MENAKSIR


Menaksir adalah kegiatan mengira ngira baik ketinggian maupun berat suatu benda.
A. TEHNIK MENAKSIR TINGGI
Metode yang dipergunakan dalam menaksir tinggi ada bermacam-macam sesuai dengan kondisi yang ada. Untuk metode penaksiran tinggi dapat diberikan sebagai berikut :
http://pramukasmpn1cerme.files.wordpress.com/2010/05/1.jpg?w=300&h=225
Dapat pula dilakukan dengan metode segitiga berikut :
Rumus :
X = A
Keterangan :
X = Tinggi yang ditaksir
A = Jarak dengan pengamat
http://pramukasmpn1cerme.files.wordpress.com/2010/05/ghifc.jpg?w=300&h=225
http://pramukasmpn1cerme.files.wordpress.com/2010/05/kl.jpg?w=300&h=225Keterangan :
X = Tinggi yang ditaksir
C = Tinggi tongkat
A = Jarak tongkat dan tinggi yang diukur
B = Jarak tongkat dan pengamat
Rumus perhitungan
X =  C (A+B)
B

Dapat dilakukan apabila ada sinar matahari dan keadaan memungkinkan.
MENAKSIR LEBAR
Metode menaksir lebar yang dapat dipergunakan antara lain :
1.    Melempar Tali
Cara ini bisa dikatakan mudah apabila sungai atau lebar yang diukur tidak terlalu lebar sehingga mudah untuk melemparkan tali ke seberang. Kemudian tali yang ditandai untuk mengukur tersebut diukur panjangnya.
2.    Cara Segitiga
Cara ini digambarkan sebagai berikut :
http://pramukasmpn1cerme.files.wordpress.com/2010/05/menaksir-lbr-01.gif?w=229&h=118
Rumus :           Jika  A = B maka
C = D
dimana C adalah lebar sungai yang dapat diukur dari panjang D
atau cara segitiga berikut :
http://pramukasmpn1cerme.files.wordpress.com/2010/05/menaksir-lbr-02.gif?w=229&h=87

Selasa, 25 Oktober 2011

kreasi pramuka anak sd penggalang

Contoh Proposal program kerja ambalan

PROGRAM KERJA GERAKAN PRAMUKA
GUGUS DEPAN SMK WALI SONGO
2011 / 2012




 
















GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN KABUPATEN MALANG
AMBALAN KI HAJAR DEWANTARA – R.A  KARTINI
PANGKALAN SMK WALI SONGO
Jl. Tugu Ireng No.11 Krebet Bululawang Telp. 0341 –836090  



PROGRAM KERJA GERAKAN PRAMUKA
AMBALAN KI HAJAR DEWANTARA – R.A  KARTINI
PANGKALAN SMK WALI SONGO


I. PENDAHULUAN

Musyawarah Gugus Depan (Mugus) merupakan pertemuan antara Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kepala Sekolah), Pembina dan Anggota Pramuka Penegak untuk membahas program kerja Ambalan. dimana diharapkan program kerja Ambalan dapat di ikuti oleh gugus depan dilaksanakan secara berjenjang dan berkesinambungan.
Program kerja Ambalan Ki Hajar Dewantara – R. A  Kartini Pangkalan SMK WALI SONGO disusun berdasarkan skala prioritas dan merupakan program kerja jangka pendek yang disesuaikan dengan kalender pendidikan maupun nasional.
Untuk melaksanakan program kerja Ambalan tahun 2011/2012. Gugus depan mengajukan usulan kegiatan pramuka kepada ketua majelis pembimbing gugus depan (Ka.Mabigus) untuk mendapatkan dukungan anggaran sedangkan usulan kegiatan tidak disetujui tetap menjadi Program kerja 2011/2012 dengan anggaran diusahakan secara swadaya.

II.      TUJUAN
Siswa dapat memahami dan menjiwai dan melaksanakan  Dasa Dharma Pramuka, Memiliki Ketrampilan, dan Rajin  Melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan oleh Gerakan  Pramuka SMK WALI SONGO serta dapat mengambil manfaat dari apa yang didapat dan dipergunakan baik bagi diri sendiri dan orang lain selama latihan.


III.   DASAR
a.       Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 034 Tahun 1999 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
b.      Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 107 Tahun 1999 tentang Anggaran Rumah Tangga Pramuka
c.       PMDK Gerakan Pramuka tentang kegiatan menarik mengandung pendidikan
d.      SK 080 / 081 tentang pola dan mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega
e.       Program Kerja Ambalan Ki Hajar Dewantara – R.A Kartini Pangkalan SMK WALI SONGO

IV.        PENYELENGGARA DAN PESERTA KEGIATAN
a.       Penyelenggara Kegiatan
Kegiatan pramuka ini diselenggarakan oleh Gugus Depan SMK WALI SONGO
b.      Peserta
Peserta kegiatan ini adalah semua siswa kelas X dan XI SMK WALI SONGO
V.           JENIS KEGIATAN
1
Musyawarah Gudep

2
Peringatan Hari Tunas

3
Penerimaan Anggota Baru

4
Pelantikan Anggota Baru

5
Penempuhan Penegak Bantara

6
Pelantikan Penegak Bantara

7
Pembentukan dewan ambalan
8
Pelantikan dewan ambalan
9
Penempuhan Penegak Laksana
10
Pelantikan Penegak Laksana
11
Latihan Rutin
12
Gladian Pinsa
13
LDK
14
PBB dan LBB
15
Latihan Gabungan
16
Anjangsana
17
Persami
18
Pembinaan Bina Satuan
19
Perkemahan Luar Gudep
20
Lomba Tingkat
21
Diklat Tekpram
22
Pengembaraan
23
Pembentukan Penegak Garuda
24
Jambore Nasional
25
Teknik Kepramukaan

VI.         PELAKSANAAN KEGIATAN
a.  Hari                 : Minggu
b.  Tempat            : SMK WALI SONGO
c.       Pukul                         : 09.00 -10.30 WIB
d.      Peserta                      : Kelas X dan kelas XI

VII.   SUMBER  DANA     : 1. Iuran Wajib Anggota
                                                 2. Iuran Sukarela Anggota Pramuka.
                                                 3. Sumbangan instansi terkait dan masarakat.

VIII.  KEPENGURUSAN
Pelindung                               : Kepala Sekolah  Drs. Nurkholis, M.Si
Penasehat                                : Kesiswaan Titik Lusianah, S.Si
Pembina Gugus Depan           : Samsul Aripin
Pembina Satuan                      : Sam Noer Zeha
                                                  Khoirul Alfan









VII.      PENUTUP
Demikian proposal Gerakan Pramuka Ambalan Ki Hajar Dewantara – R.A Kartini Pangkalan SMK WALI SONGO  Masa Bakti  2011 / 2012 ini kami sampaikan, atas perhatian dan dukungannya kami sampaikan terima kasih.

           Bululawang,  2011


     Pembina I                                                               Pembina II




Sam Noer Zeha Octy Farizal As                                        Khoirul Alfan
                       
LEMBAR PENGESAHAN

 Kesiswaan                                                        Pembina Gudep
                                               


                Titik Lusianah, S. Si                                                Samsul Aripin             

Menyetujui,
        Kepala Sekolah
    SMK WALI SONGO


                                                                Drs. Nurkholis, M.Si